Bisnis Online

Jumat, 25 September 2015

Ini Lho Tips Shalat Khusyuk

 tidak shalat kafir Oleh: Hikari Ilahi
SETIAP diri kita saat melakukan sholat tentunya ingin sekali merasakan khusuknya shalat. Bahkan betapa nikmatnya saat untaian bulir-bulir jatuh dipelupuk mata kita. Rasanya walaupun terisak namun ketenangan luar biasa dekatnya kita dengan Penggenggam jiwa kita.
Namun kondisi itu tidak bisa sering kita rasakan dalam ketenangan dan kekusyukan dalam shalat. Karena terkadang begitu seringnya berbagai macam gangguan dan pikiran yang ada dalam pikiran kita ketika melaksanakan shalat.
Nabi Muhammad saw. dalam shalatnya benar-benar menjadikan keindahan dan terjadi komunikasi yang penuh kerinduan dan keakraban dengan Allah SWT dalam ruku, sujud, terutama ketika beliau shalat sendiri dimalam hari. Bahkan sampai kaki beliau bengkak karena saking lama dan merasakan ketenangan dalam shalatnya.
Berikut cara-cara agar shalat kita bisa dilakukan dengan khusyu :
1. Sangat menjaga waktunya terpelihara dari perbuatan dan perkataan sia-sia apalagi maksiat.
2. Niatnya ikhlasnya, jarang kecewa terhadap ujian atau pengharagaan , dipuji atau tidak dipuji dicaci atau tidak dicaci sama saja.
3. Cinta kebersihan. Karena sebelum sholat orang harus wudhu terlebih dulu untuk mensucikan kotoran dari kotoran dan hadas.
4. Tertib dan disiplin karena sholat sudah diatur jadwalnya.
5. Selalu tenang dan tuma’ninah merupakan kombinasi antara tenang dan konsentrasi.
6. Tawadhu dan rendah hati , tawadhu merupakan akhlak Rasulullah.
Inti dalam shalat khusyuk yaitu bagaimana keterikatan diri kita terhadap hukum syara’, sehingga kepribadian baik pola pikir maupun pola sikap islam yang menjadi standar utama kita.
Sehingga perbuatan kita ketika shalat akan tercermin dari akhlak kita yang menjadi baik, sebagaimana Rasulullah menerima perintah shalat dari Allah agar menjadikan akhlak yag baik itulah ciri ibadah yang disukai Allah.
Semoga kita bisa meningkatkan kualitas shalat kita secara khusus dan kepribadian islam kita secara umum. Waallahu’alam []

Ust Jenderal Sudirman, yang Selalu Meneriakkan ‘Allahu Akbar’

Jenderal-Sudirman

SIAPA tidak kenal Jenderal Sudirman? Namanya tetap harum sampai kini. Ada banyak sisi lain dari Jenderal Sudirman. Ia adalah seorang ustad, ulama, dan pahlawan bangsa yang besar.
Di Bodas Karangjati, Purbalingga, bayi Sudirman pertama kalinya menangis tepatnya tanggal 24 Januari 1916. Sudah terlihat sekali jika sejak kecil Sudirman punya jiwa sosial yang tinggi. Semasa mudanya Sudirman aktif dalam organisasi pramuka dan terkenal sangat disiplin—satu sifat yang kelak akan menjadikannya sebagai jenderal yang besar.
Sudirman termasuk beruntung. Pasalnya untuk zaman itu, tidak banyak yang bisa bersekolah sampai tuntas. Pendidikan terakhirnya adalah Sekolah Guru Muhammadiyah di Solo, tapi tidak sampai tamat. Tapi beliau tetap menjadi guru di Muhammadiyah Cilacap.
Di masa pendudukan Jepang, Sudirman sangat memperhatikan masalah sosial. Salah satu buktinya adalah ia mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Pada zaman itu, tidak banyak yang mengerti tentang pentingnya koperasi. Selain itu, beliau juga menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Keresidenan Banyumas. Suatu posisi yang memungkinkannya untuk selalu bisa memberi lebih buat rakyat.
Karir  militer Sudirman tergolong cepat. Pada masa itu pula Sudirman mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Kemudian ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Jasa pertama Sudirman setelah kemerdekaan ialah merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas.
Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia diangkat menjadi Panglima Divisi V / Banyumas dengan pangkat kolonel. Bulan Desember 1945 ia memimpin pasukan TKR dalam pertempuran melawan Inggris di Ambarawa. Tanggal 12 Desember dilancarkan serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Akhirnya pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.
Dalam Konferensi TKR tanggal 12 Nopember 1945 Sudirman terpilih menjadi Panglima Besar TKR. Lalu tanggal 18 Desember 1945 ia dilantik oleh Presiden dengan pangkat Jenderal. Sejak itu TKR tumbuh menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Ada yang sering lupa diceritakan oleh buku-buku sejarah, jika beliau ini dekat sekali dengan Islam. Hampir semua orang tahu jika Pak Dirman adalah orang yang sholih dan taat beragama. Hingga oleh para anak buahnya biasa disapa Kajine, istilah Jawa untuk panggilan Pak Haji. Padahal beliau belum pernah ke Mekkah. Dalam perjalanan gerilya, setiap mampir di pedesaan atau kampung, Pak Dirman selalu menyelenggarakan pengajian. Tiap malam, walau ia tengah menderita penyakit paru-paru yang kronis, Pak Dirman selalu menunaikan solat tahajud. Pak Dirman dulunya berasal dari keluarga santri.


Dalam rangka mengobarkan semangat jihad di kalangan tentara dan masyarakat, Pak Dirman erat menjalin hubungan kerja sama dengan pesantren-pesantren. Sebagai contoh, pada waktu pertempuran di Magelang, kemudian di Ambarawa, Pak Dirman sering ada di Payaman (sebelah utara Magelang) dan bekerja sama dengan pondok pesantren yang dipimpin Kyai Siraj. Pondok Pesantren ini banyak menggiring santrinya untuk berjihad dalam pertempuran Ambarawa.
Bukti lain Pak Dirman dekat dengan perjuangan Islam adalah pada pertengahan tahun 1946, beliau mengunjungi laskar Hisbullah-Sabilillah Surakarta yang sedang mempersiapkan kembali maju ke medan perang di Alas Tuo dan Bugen. Waktu itu diadakan pertemuan di rumah Kyai H. Adnan di Tegalsari, Surakarta. Kedatangan sang jeneral besar kontan makin nambah semangat juang anggota Hisbullah-Sabilillah yang tengah bersiap berangkat ke medan perang. Jenderal Besar Sudirman mengawali kata sambutannya dengan melantunkan ayat-ayat al-Qur’an surah Ash-Shaf ayat 10-12 yang kemudian diterjemahkannya sendiri: ‘Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang akan menyelematkanmu dari siksa yang pedih. Yaitu, kamu yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwamu…”
Sewaktu Belanda melancarkan Agresi Militer II, Jenderal Sudirman sedang sakit, tetapi ia menampik saran Presiden untuk tetap tinggal dalam kota. Kurang lebih tujuh bulan ia mempimpin perang gerilya di hutan-hutan dan gunung-gunung. Banyak penderitaan yang dialaminya terutama penyakitnya sering kambuh dan tidak tersedianya obat-obatan.
Pulang dari medan gerilya, karena masih sakit, ia tidak dapat memimpin Angkatan Perang secara langsung, tetapi buah pemikirannya selalu dibutuhkan oleh Pemerintah.
Panglima Besar Jenderal Sudirman meninggal dunia di Magelang pada tanggal 29 Januari 1950 dan dimakamkan di Taman Pahlawan Semaki, Yogyakarta.
Pak Dirman  juga selalu menanamkan kepada tiap anak buahnya sikap hidup “Hidup mulia atau mati syahid” (Isy Kariimah Aumut Syahidan) dalam setiap pidatonya. Ayat-ayat Qur’an idolanya adalah ayat-ayat Qur’an yang banyak mengandung kata “Jihad” seperti surah Ash-Shaff ayat 10 dan 11 serta surah al-Baqarah ayat 154. Jenderal Sudirman juga sering meneriakkan takbir “Allahu Akbar!” saat memimpin peperangan. [sa/islampos/kahfi]

Minggu, 20 September 2015

Ternyata 6 Bahan Ini Bisa Anda Tambahkan ke dalam Secangkir Kopi Lho!

Anda penggemar kopi? Atau kalau dalam sehari tidak minum kopi merasa ada yang kurang?
Image via www.carsyouth.ca
Image via www.carsyouth.ca
Lebih-lebih lagi jika anda mengalami hari yang melelahkan, pasti anda akan mengambil secangkir kopi untuk meredakan stres. Tapi, tidak cuma krimer dan gula, secangkir kopi yang nikmat ternyata bisa dibuat dari variasinya dengan 6 bahan ini lho. Silakan dicoba!

1. Kayu Manis

Image via www.sitkes.com
Image via www.sitkes.com
Cara penyajian:
1. Didihkan air dan masukkan 1 batang kayu manis sampai mencapai suhu 100 derajat celcius dan timbul aroma khas kayu manis. Kemudian, api dikecilkan sampai 90 derajat celcius.
2. Masukkan 1-1 ½ sendok makan bubuk kopi dan diaduk sampai rata selama 2 menit dengan api yang kecil. Masukkan sedikit gula jika anda suka rasa yang manis.
3. Matikan api dan saring serbuk kopi menggunakan penyaring air. Kopi kayu manis siap dihidangkan. Lebih enak jika disantap bersama brownies.
Gif via giphy.com
Gif via giphy.com

2. Madu

Image via ummi-online.com
Image via ummi-online.com
Cara penyajian:
1. Campurkan 2 sendok kecil kopi dengan 300 ml air panas.
2. Tambahkan 2 sendok kecil madu dan aduk sampai larut. Kopi madu siap disantap.
3. Jika mau lebih enak, bisa masukkan 4 sendok kecil whipped cream. Ah nikmatnya!
Gif via giphy.com
Gif via giphy.com

3. Lemon

Image via www.bbcgoodfood.com
Image via www.bbcgoodfood.com
Cara penyajian:
1. Potong sebutir lemon dan peras jusnya.
2. Masukkan bubuk kopi dan sedikit gula ke dalam cangkir berisi air panas.
3. Campurkan perasan air lemon ke dalam air kopi. Aduk sampai merata.
4. Kopi lemon sedia disantap. Kopi lemon akan membuat anda lebih segar untuk melanjutkan aktivitas seharian.
Gif via giphy.com
Gif via giphy.com

4. Cokelat

Image via anekacokelate.blogspot.com
Image via anekacokelate.blogspot.com
Cara penyajian kopi coklat:
1. Cairkan 50 gram cokelat matang konsentrat.
2. Setelah coklat tersebut cukup cair, aduk bersama 2 sendok kecil kopi, 250 ml susu cair dan gula sesuai selera masing-masing.
Gif via giphy.com
Gif via giphy.com

5. Daun mint

Image via www.duniainformasikesehatan.com
Image via www.duniainformasikesehatan.com
Cara penyajian kopi mint:
1. Panaskan air dan masukkan air panas ke dalam gula dan serbuk teh.
2. Aduk sampai merata kemudian masukkan daun mint.
3. Campurkan air panas bersama dengan gula dan bubuk kopi.
4. Aduk dan hidangkan.
Gif via giphy.com
Gif via giphy.com

6. Daun pandan

Image via www.cantikalamiku.com
Image via www.cantikalamiku.com
Cara membuat kopi pandan:
1. Panaskan air sehingga mendidih, racik daun pandan sampai halus dan rendamkan dalam air tersebut.
2. Masukkan 1 sendok kopi, 1 sendok teh gula, 2 sendok krimer coffe-mate, dan tambahkan rendaman air pandan. Rasanya memang nikmat dan harumnya semerbak!
Gif via giphy.com
Gif via giphy.com

7 Asal Usul Nama Tempat di Indonesia yang Tak Banyak Orang Tahu

Banyak kota di Indonesia yang mungkin anda sudah jelajahi, tapi sejauh mana anda mengenal kota-kota tersebut, atau setidaknya sejarah nama-namanya?
Image via Malesbanget.com
Image via Malesbanget.com
Melalui tulisan di bawah ini, kami sajikan 7 asal usul nama tempat di Indonesia yang layak anda ketahui.

1. Samarinda

Kota ini dinamai Samarinda, bukan karena banyak gadis bernama Rinda, tapi berawal dari kata “Sama Rendah”. Awal mulanya di kota ini banyak penduduk yang berasal dari latar belakang yang sama, baik penduduk asli maupun pendatang. Kaum pendatang didominasi orang-orang Bugis dari Sulawesi Selatan, yang bersama-sama orang Wajo membangun pemukiman di sepanjang sungai Mahakam. Saat itu tempat tinggal mereka masih berupa rumah rakit yang harus berdiri “Sama Rendah”. Lama kelamaan “Sama Rendah” ini menjadi Samarinda.
Image via img59.imageshack.us
Image via img59.imageshack.us

2. Salatiga

Salah satu legenda menceritakan bahwa asal usul kota “Salatiga” diinspirasi oleh 3 orang perampok yang mencoba merampok Sunan Kalijaga yang tengah berada dalam perjalanan. Versi lain menyebutkan kota ini dinamakan Salatiga karena ada tiga orang yang telah berbuat salah yaitu Adipati Pandanarang, Nyai Pandanarang, dan perampok.
Image via www.panoramio.com
Image via www.panoramio.com

3. Pontianak

Kata “Pontianak” adalah Bahasa Melayu untuk Kuntilanak. Disebut demikian karena menurut mitos, sebuah rombongan yang dipimpin oleh Syarif Abdurrahman sering diganggu oleh hantu kuntilanak ketika menyusuri Sungai Kapuas. Bahkan Syarif terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu kuntilanak tersebut.
Image via www.skyscrapercity.com
Image via www.skyscrapercity.com

4. Banyuwangi

Konon, dahulu kala wilayah ujung timur Pulau Jawa ini dipimpin oleh seorang raja yang bernama Prabu Sulahkromo. Ia tergila-gila pada Sri Tanjung, istri patihnya sendiri, yang bernama Patih Sidopekso. Karena Sri Tanjung tetap menolak cintanya, ia memfitnah Sri Tanjung dan mengatakan pada Sidopekso kalau dirinya telah berbuat serong. Sidopekso murka lalu membunuh istrinya sendiri, lalu membuang mayatnya ke sungai. Tak lama kemudian, dari sungai keluar wangi harum. Banyu=air, wangi=harum. Sejak saat itulah daerah itu disebut sebagai Banyuwangi.
Image via www.complete-india-asia.com
Image via www.complete-india-asia.com

5. Malang

Ada legenda mengatakan Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa berarti Malang). Saat itu, Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.
Image via  static.panoramio.com
Image via static.panoramio.com

6. Balikpapan

Legenda menyebut pada tahun 1739, Sultan Muhammad Idris dari Kerajaan Kutai, memerintahkan kepada pemukim-pemukim di sepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbang bahan bangunan guna pembangunan istana baru di Kutai lama. Sumbangan tersebut berupa penyerahan sebanyak 1000 lembar papan yang diikat menjadi sebuah rakit yang dibawa ke Kutai Lama melalui sepanjang pantai. Setibanya di Kutai lama, ternyata ada 10 keping papan yang kurang (terlepas selama dalam perjalanan) dan hasil dari pencarian menemukan bahwa 10 keping papan tersebut terhanyut dan timbul disuatu tempat yang sekarang bernama “Jenebora”. Dari peristiwa inilah nama Balikpapan itu diberikan (dalam istilah bahasa Kutai “Baliklah – papan itu” atau papan yang kembali yang tidak mau ikut disumbangkan). Ini versi yang dimuat di balikpapan.go.id.
Image via kapeber-indonesia.com
Image via kapeber-indonesia.com

7. Bandung

Legenda menyebutkan nama “Bandung” berasal dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari sungai Citarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.
Image via visitworldplaces.com
Image via visitworldplaces.com
Nah, itu dia 7 asal usul nama kota di Indonesia! Ada lagikah sejarah nama kota yang perlu kami ketahui?